Azzahratunnisa

Cerdas, Sabar dan Bijaksana

arti sahabat Agustus 5, 2008

Diarsipkan di bawah: Kata Hati — zahra @ 7:40 am

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri **

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman
suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan -
dikecewakan, didengar – diabaikan,
dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk
menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ???
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda
saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda
dengan mereka.

 

cinta Agustus 5, 2008

Diarsipkan di bawah: Kata Hati — zahra @ 7:34 am

CINTA

Tuhan…
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan…
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan…
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa – apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi…
Dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya

 

ukhuwah Agustus 5, 2008

Diarsipkan di bawah: Kata Hati — zahra @ 7:30 am

ada seorang teman yang mengirimkan cerita berikut, semoga bisa menjadi pelajaran;

Ada SMS masuk, “Tolong yang punya golongan darah A
segara datang ke PMI, ada saudara kita yang sangat
membutuhkan”. Tanganku agak bergetar menerima SMS itu
membayangkan orang yang sedang membutuhkan darah,
tetapi golongan darah saya O bukan A.

Lantas, tanpa berpikir panjang, saya telpon beberapa
teman. Teman pertama, golongan darahnya tak cocok.
Kemudian saya telpon teman satu lagi, tak cocok juga,
tapi dia merekomendasikan teman lainnya. Syukurlah
cocok, dalam hati saya bergumam, alhamdulillah,
akhirnya ketemu juga orang yang punya golongan darah A
dan mau mendonorkannya. Hati saya berangsur tenang.

Di PMI, ternyata sudah menunggu beberapa orang, lebih
dari sepuluh orang yang siap mendonorkan darahnya.
Sebenarnya lima orang saja sudah cukup, tapi yang
datang lebih banyak dari yang dibutuhkan. Semua itu
berkat SMS yang beredar cukup banyak dan tertuju pada
banyak orang pula. Awalnya, satu orang yang mengirim,
berikutnya, yang menerima memforward SMS itu dan
berlangsung secara zig zag sehingga ada beberapa orang
yang menerima sampai dua kali.

Inilah wujud ukhuwah…
Ukhuwah yang begitu indah….

Sebuah kenangan manis tersendiri yang diperlihatkan
oleh para kader dakwah. Di kampus, mereka bermarkas di
unit-unit kerohanian Islam dan masjid kampus,
sementara di masyarakat mereka bergerak pada wilayah
garap profesinya masing-masing dan di sebuah partai
Islam yang juga dikenal sebagai partai dakwah.
Peristiwa ini hanyalah secuil kisah bagaimana ikatan
persaudaraan sesama muslim, ikatan saling membantu dan
meringankan beban orang lain tak hanya sekedar isapan
jempol belaka, tapi benar-benar terwujudkan dalam
kehidupan nyata.

Persaudaraan (ukhuwah) Islam tak terbatas ikatan
biologis semata. Tetapi karena ikatan iman. Ikatan
bahwa kita sesama muslim, kita adalah saudara. Ketika
ada anggota tubuh yang sakit, semua ikut merasakannya.
Inilah pengibaratan yang persaudaraan kita. Ketika ada
di antara kita yang membutuhkan pertolongan, kita
dengan senang hati, dengan rasa tulus membantu mereka
yang membutuhkan.

Bukan atas dasar ingin dapat pujian, ingin dapat imbal
jasa. Bukan, bukan karena itu. Tetapi, ini adalah
perwujudkan cinta kasih kita terhadap sesama muslim,
kita melakukan hal ini karena landasan iman. Seperti
gambaran dalam sebuah hadist “Tidaklah beriman salah
seorang di antara kalian, hingga ia mencintai
saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”
(HR Bukhori). Jadi, alangkah malunya kita ketika
membanggakan diri sebagai orang beriman tapi tak
peduli terhadap sesama.

Kini, kita saksikan berbagai penderitaan dan
kemiskinan melanda bangsa kita, rakyat Indonesia.
Kisah-kisah memilukan, menyayat hati sering kita
dengar, kita baca dan kita lihat di media. Ketika
berbicara rakyat Indonesia, yang terbayang adalah
sejumlah besar penduduk yang muslim. Menghadapi
kenyataan ini tak ada kata yang tepat bagi kita selain
kepedulian. Pertanyaannya, bukan bisa atau tidak bisa
kita mengakhiri kisah sedih rakyat Indonesia, tapi
kita mau atau tidak mau melakukannya. Berbekal
kemauaan, insyallah jalan akan terbuka lebar sehingga
pelan tapi pasti kita kelak kita akan menyaksikan
penduduk negeri ini makmur, bisa hidup layak dan penuh
sentuhan religiusitas.

Sebagai penggugah jiwa, renungkanlah kata-kata ini.
Ada sebuah kata-kata bijak yang bisa mengingatkan
kita;

“Siapa diri kita sesungguhnya dapat dilihat dari apa
yang kita perbuat Bukan dari harta yang kita miliki”

Atau perkataan Sayyid Qutb, seorang pemikir dan
aktivis Islam dari Mesir;

“Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup
sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil.
Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan
menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar”.
Begitulah kawan, kita semestinya bersikap.

Sebagai penutup, izinkan saya berterima kasih kepada
seorang kawan. Semoga Allah SWT membalasnya dengan
kebaikan. Suatu ketika, saya sedang kehabisan uang.
Perut lapar karena belum terisi apapun. Disaat lapar
inilah datang seorang kawan dengan muka penuh
senyuman, “Bro, udah makan belum, ane traktir yuk”.
Saat itu, rasa trenyuh tak terbedung lagi, sementara
tak terasa air mata menetes penuh syukur.