Azzahratunnisa

Cerdas, Sabar dan Bijaksana

Indonesia Pengutang Terbesar ADB April 28, 2009

Diarsipkan di bawah: NusantaraKu, Uncategorized — zahra @ 3:46 am

VIVAnews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pemegang saham terbesar keenam di Bank Pembangunan Asia (ADB). Namun, Indonesia juga peminjam terbesar ADB.
adb Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani seusai pertemuan         dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait pelaksanaan sidang tahunan ADB di Bali pada 2-5 Mei mendatang.

Keanggotaan ADB, menurut dia, terdiri atas 67 negara anggota. Ini merupakan lembaga keuangan terbesar setelah Bank Dunia. Total aset ADB sebesar US$ 70,5 miliar dan total pinjaman US$ 30,3 miliar.

Dia menjelaskan pemegang saham terbesar adalah Jepang dan AS masing-masing sebesar 15,57%. Kemudian China pemegang saham terbesar ketiga 6,4%, India pemegang saham keempat 6,3%, Australia kelima sebesar 5,7% dan Indonesia keenam yaitu 5,4%. “Sisanya sebesar 54,9% dibagi ke 61 negara anggota lainnya,” kata Sri Mulyani.

Sebagai pemegang saham besar, Indonesia juga menerima manfaat dari keberadaan ADB. Itu berupa jumlah pinjaman yang bisa diberikan kepada negara-negara berkembang dengan suatu syarat dan suku bunga yang jauh lebih murah dibandingkan bunga pasar.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia merupakan peminjam terbesar bersama China dan India. RI meminjam duit ke ADB sebesar US$ 9,4 miliar, kemudian disusul China meminjam US$ 7,4 miliar dan India hampir US$ 5 miliar.

 

30 Negara Pengguna Nuklir Terbesar Dunia April 28, 2009

Diarsipkan di bawah: NusantaraKu, Pendidikan, Uncategorized — zahra @ 3:34 am
Tags: , ,

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelum China Membangun Reaktor Nuklir 3G dan menjadi negara

250px-nuclear_power_plant_cattenom

pertama yang menggunakan teknologi mutakhir dalam pembangunan PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir). Energi nuklir mulai dikembangkan pada tahun 1940-an oleh Amerika Serikat guna memenangkan Perang Dunia II. Penggunaan energi nuklir didasarkan dari persamaan Einstein (E=mc2), dan pertama kali dikembangkan oleh Fisikawan Robert Oppenheimersebagai pimpinan proyek bom atom. Sebelum mengebom Jepang, tanggal 16 Juli 1945, Amerika Serikat menguji bom atom di Trinity Site (New Mexico). Tanggal 6 Agustus 1945 bom atom uranium dijatuhkan di Hiroshima dan bom atom plutonium di Nagasaki (9 Agustus). Kedua bom tersebut menewaskan lebih 120.000 orang dalam waktu seketika.

Barulah setelah tahun 1950-an, energi nuklir digunakan untuk tujuan sipil yakni sebagai pembangkit tenaga listrik Berbagai negara yang menguasi teknologi mulai memanfaatkan energi nuklir secara besar-besaran. Hal ini dikarenakan efisiensi dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) cukup tinggi terutama dengan massa kecil (’bahan bakar’) dapat menghasilkan energi besar. Dan hingga saat ini, energi nuklir menyumbang 16% dari total kebutuhan energi listrik dunia yang hanya tersebar di 30 negara.

30 Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar

Berikut daftar 30 negara pengguna energi nuklir yang saya olah dari situs World Nucler Association (WNA) :
negara_nuklir_30
Keterangan :
Jumlah : jumlah unit reaktor nuklir untuk PLTN
MW : Megawatt
%PTLN : persentase pengguna energi nuklir untuk kebutuhan domestik listrik negara bersangkutan
Merah : negara Asia

  1. Dari daftar/tabel di atas (dan data (WNA)) , dapat disimpulkan fakta-fakta menarik yakni:
    Amerika Serikat merupakan negara dengan total pembangkit energi nuklir terbesar di dunia yakni 104 unit reaktor nuklir dengan daya 101 ribu megawatt. 104 unit reaktor nuklir Amerika menyumbang sekitar 5% dari total produksi energi listrik dunia yakni mencapai 806,6 miliar Kwh pada tahun 2007.
  2. Prancis merupakan negara dengan persentase penggunaan energi nuklir terbesar untuk kebutuhan listrik rakyatnya yakni mencapai 77%. Pada tahun 2007, 59 reaktor nuklir Prancis menghasilkan 420 miliar Kwh atau sekitar 2.6% energi listrik dunia.
  3. Jepang merupakan negara pengguna sekaligus pemilik reaktor nuklir terbesar di Asia meskipun struktur geologi negaranya rawan gempa. Jepang memiliki 53 unit reaktor nuklir jauh diatas Rusia yang hanya memiliki 31 reaktor nuklir.
  4. Hanya ada 3 negara yang mengantungkan kebutuhan listrik terbesarnya dari nuklir [mencapai 50% lebih) yakni Prancis (77%), Lithuania (64%), Slovakia (54%) dan Ukraina (48%).
  5. Penggunaan energi nuklir untuk pembangkit masih didominasi negara Eropa + Amerika Utara dan negara-negara yang maju yang relatif maju dalam teknologi nuklir.
  6. Pakistan dan India menjadi negara Asia yang relatif “miskin” (negara berkembang) secara ekonomi, namun mampu memiliki reaktor nuklir untuk pembangkit listrik.

world_electiricty_generation

Energi Nuklir dan Tantangannya

Pembangkit reaktor nuklir merupakan metode memanfaatkan energi dari hasil radioaktivitas dari atom berat . Atom berat adalah atom dengan nomor atom (Ar) dan massa (Mr) besar dimana perbandingan antara nomor massa terhadap nomor atom jauh diatas 2 atau jumlah neutron jauh lebih banyak dari jumlah proton dalam inti atomnya. Reaktor nuklir umumnya menggunakan reaksi fisi atom (ada juga metode reaksi fusi). Reaksi fisi muncul ketika sebuah energi ataupun partikel (sinar gamma, partikel alfa, partikel elektron) menembak sebuah inti atom radioaktif seperti Uranium-235 atau Plutonium (nomor massa/nomor atom relatif besar) sehingga inti atom tersebut membelah menjadi atom bermassa lebih ringan (Nomor massa/nomor atom lebih kecil). Secara alami, reaksi ini akan menyebabkan reaksi berantai tanpa terkendali dan menghasilkan energi yang sangat besar dalam waktu beberapa detik saja.

Jika reaksi fisi atom ini dikendalikan, maka energi yang dihasilkan dalam bentuk panas yang teratur digunakan untuk memanas air dan sekaligus menghasilkan uap air bertekanan tinggi. Uap air bertekanan tinggi inilah yang mampu menggerakan turbin pembangkit listrik. Turbin yang berputar menggerakan kumparan generator (kumparan+magnet) yang menghasilan induksi elektromagnetik (atau tegangan listrik). Listrik inilah yang kemudian diatur nilai arus, tegangan, frekuensi dan distribusi daya yang kemudian didistribusikan ke masyarakat.

Membangun sekaligus memiliki reaktor nuklir sebagai pembangkit listrik bukanlah hal yang mudah, namun bukan pula sesuatu yang tidak mungkin. Istilahnya “tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan selama batas kewajaran”. Kejadian ledakan reaktor nuklir Chernobyl Uni Soviet menjadi momok perkembangan industri nuklir dunia. Sehingga muncul stereotife bahwa hanya negara yang kaya dan majulah yang dapat dan boleh memiliki energi nuklir. Negara-negara berkembang dan miskin diharapkan menggantungkan sepenuhnya energi listrik dari bahan bakar fosil. Sedangkan negara-negara Barat berusaha lepas dari ketergantungan energi fosil yakni minyak bumi dan batubara. Sebagian besar negara-negara Eropa menggunakan energi alternatif sebagai pembangkit listrik, baik dari angin, air, matahari, hingga nuklir.

Tidak bisa dipungkiri bawha setiap teknologi yang digunakan menghasilkan masalah tersendiri disamping manfaatnya bagi manusia, begitu juga teknologi nuklir. Limbah nuklir sangatlah berbahaya dan dibutuhkan biaya yang relatif sangat mahal untuk mengolahnya sebelum dibuang ke alam. Disamping itu, biaya investasi untuk sebuah reaktor nuklir sangatlah mahal dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar batubara, diesel maupun teknologi panas bumi, air (PLTA) ataupun angin. Dan apabila terjadi kebocoran bahkan ledakan reaktor nuklir, maka bisa dibayangkan berapa korban yang akan ditimbulkan. Belum lagiradiasi yang dihasilkanpun akan terus dipancarkan hingga belasan bahkan puluhan tahun bagi penduduk apabila reaktor bocor.

Perkembangan Energi Nuklir

Disaat ini, semua tantangan dan potensi marabahaya reaktor nuklir tentu dapat diprediksi dengan sistem pengamanan berlapis (bukan hanya ganda). Dengan menggunakan teknologi mutakhir (seperti 3G) dan pembangunan dengan super security, maka berbagai kemungkinan bencana nuklir dapat dicegah selama sumber daya manusia dan alat kontrol ler terus dipantau dan dimaintenance. Apalagi dengan menipisnya cadangan minyak bumi di alam, maka penggunaan energi nuklir secara besar-besaran telah dan akan dikembangkan oleh beberapa negara. Berikut daftar negara-negara yang akan memiliki daya pembangkit listrik yang besar (Sumber: WNA)

tabel-nuklir2

Kesimpulan daftar/tabel 2:
China menjadi negara dengan pertumbuhan reaktor nuklir terbesar didunia yakni mencapai 100% jumlah unit reaktor dengan peningkatan hingga 128% daya PLTN yakni dari 8500 MW menjadi 19500 MW.
Iran menjadi negara ke-31 pemilik pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia. PLTN milik Iran dikecam oleh Amerika dan negara-negara sekutunya.
China, India, Argentina, Slovakia, Finlandia, dan Pakistan akan meningkatkan kapasitas PLTN-nya dalam 1 dekade ke depan minimal 50%.

Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia? Siap dan mampu kah putra-putri Indonesia memiliki dan sekaligus menggunakan energi nuklir dengan aman dan berwibawa?
Btw, untunglah 16% sumber energi listrik berasal dari energi nuklir, coba kalau tidak ada sumber energi nuklir dan harus menggunakan energi fosil, bisa dibayangkan berapa harga minyak saat ini? Yah…kan?

Terima kasih, 22 April 2009
Regards : ech-nusantaraku

Referensi:
Nuclear Energy Institute
Nuclear World Association (WNA)

 

Daftar Negara/Bank Kreditor Utang Terbesar Indonesia April 28, 2009

Diarsipkan di bawah: NusantaraKu, Uncategorized — zahra @ 3:13 am
Tags: , , , , ,

Daftar Negara/Lembaga Kreditor Utang Luar Negeri terbesar Indonesia
Jepang
45,5% atau 29.8 miliar USD* atau Rp 358 triliun
ADB (Asian Development Bank)
16,4% atau 10.8 miliar USD atau Rp 129 triliun
World Bank (Bank Dunia)
13.6% atau 8.9 miliar USD atau Rp 107 triliun
Jerman
4.7% atau 3.1 miliar USD atau Rp 37 triliun
Amerika Serikat
3.7% atau 2.3 miliar USD atau Rp 28 triliun

Inggris
1.7% atau 1.1 miliar USD atau Rp 13 triliun
Negara/lembaga lain
14.6% atau 9.6 miliar USD atau Rp 115 triliun

Data Utang Luar Negeri Indonesia (2001-2009** )
2001 : 58,791 miliar USD
Tambahan Utang (5,51 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,24 miliar USD)
2002 : 63,763 miliar USD
Tambahan Utang (5,65 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,57 miliar USD)
2003 : 68,914 miliar USD
Tambahan Utang (5,22 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4.96 miliar USD)
2004 : 68,575 miliar USD
Tambahan Utang (2,60 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,22 miliar USD)
2005 : 63,094 miliar USD
Tambahan Utang (5,54 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,63 miliar USD)
2006 : 62,02 miliar USD
Tambahan Utang (3,66 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,79 miliar USD)
2007 : 62,25 miliar USD
Tambahan Utang (4.01 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (6,32 miliar USD)
2008 : 65,446 miliar USD
Tambahan Utang (3,89 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,87 miliar USD)
2009*: 65,7 miliar USD
Tambahan Utang (????), cicilan utang + bunga (>5 miliar USD)

* 1 USD = Rp 12.000 (asumsi rata-rata) -
** Data Utang Indonesia per 31 Januari 2009. www.dmo.or.id atau Perkembangan Utang Pemerintah 2001-2009
Berdasarkan kebijakan dan diplomasi Pemerintah RI saat ini, pada tahun 2009 jumlah utang luar negari Indonesia akan meningkat. Indonesia akan menambah utang dari ADB, Amerika Serikat, Australia (standby loan), dan lembaga/negara lain.

*****

Dari data posisi utang luar negeri tiap tahunnya, kita melihat bahwa kebijakan pemerintah selalu gali lubang tutup lubang. Tabiat membayar utang dengan utang lagi, merupakan mental yang terus dipupuk oleh Pemerintah SBY. Mengenai dampak utang dan besarnya Utang Indonesia selama 2001-2009, saya telah menulisnya di Fakta-Fakta Tersembunyi SBY-JK (3): Utang Indonesia Membengkak 1667 Triliun

Disisi lain, banyak utang luar negeri Indonesia yang merupakan peninggalan utang era Soeharto yang tidak pantas dibayar oleh rakyat Indonesia, mengingat 30% dana utang luar negeri masuk ke kantong-kantong kroni Soeharto. Harusnya pada tahun 2006, Indonesia mengambil kebijakan pembebasan utang yang diberikan beberapa negara kreditor. Tapi, sayang…..pemerintah pada saat itu tetap ngotot ingin melunasi semua utang kroni/korupsi Soeharto, disisi lain dana kesehatan dan kejahteraan bagi rakyat miskin sangatlah minim dibanding cicilan utang.

Bayangkan setiap tahun pemerintah menggangarkan puluhan triliun untuk membayar bunga dan utang. Dan sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk membayar bunga pinjaman. Namun ironisnya, meskipun pemerintah tahu konsekuensi bahwa setiap penambahan utang, berarti tiap tahun rakyat harus membayar bunga utang tersebut yang jumlahnya sangatlah besar. Sampai kapan kita menjadi negara yang terus mengutang? Mengapa tidak mengikuti langkah China di era 80-an hingga saat ini yang enggan berutang? Dan perlu dicatat bahwa ekonomi China bangkit menjadi salah satu ekonomi terkuat dunia bukan karena utang, tapi karena kemandirian negaranya dalam memanfaatkan manusia yang dilatih + pengelolaan sumber daya alam yang terbatas. Mengapa Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam (lahan yang subur) tidak dapat dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia? Yang pasti, sumber daya manusia Indonesia perlu diberi pelatihan, dan pemerintah secara pro-aktif mengembangkan kebijakan pengolahan industri pertanian, perkebunan, manufaktur sehingga meningkatkan nilai jual pengelolaan sumber daya alam kita. Jangan lagi menjual batubara, gas, emas yang besar-besaran ke luar negeri, beranikah pemerintah?

Katakan Tidak pada : Utang

ech.nusa – 25 Marc 2009