Mode saklar/switching ini banyak digunakan untuk kebutuhan daya yang lebih besar. Sistem SMPU lebih efisien, panas yang terbuang lebih sedikit, sehingga membutuhkan ruang lebih sedikit dibandingkan pengatur linier konvensional.

Pada switching power supply, transformasi tegangan dc dari satu level ke level lainnya menggunakan rangkaian konverter dc–to–dc, Rangkaian ini menggunakan devais solide-state (Transistor, Mosfet, dan lain sebagainya), yang berfungsi sebagai saklar on–off. ketika komponen daya tidak dibutuhkan untuk beroperasi pada daerah aktifnya, mode operasi ini menghasilkan disipasi daya yang lebih rendah. Dengan menggunakan devais ini maka kecepatan switching yang meningkat, rate arus dan tegangan yang lebih tinggi, biayanya relatif lebih rendah. Gambar 1.3 memperlihatkan sebuah switching supply dengan isolasi elektrik. Tegangan ac masukan disearahkan kedalam tegangan dc yang tidak teregulasi dengan menggunakan dioda penyearah. Blok konverter dc-dc pada gambar 1.3 merubah tegangan masukan dc dari satu level dc yang lainnya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan swithing frekuensi tinggi, yang menghasilkan ac frekuensi tinggi melewati transformer isolasi. Keluaran sekunder dari transformator disearahkan dan difilter untuk menghasilkan Vo. Keluaran dari power supply dc yang terlihat pada gambar 1.4 diregulasi dengan menggunakan sebuah pengendali feedback yang memakai sebuah pengendali PWM, dimana tegangan pengendai (kontrol) dibandingkan dengan sebuah gelombang sawtooth pada frekuensi switching. Isolasi listrik pada loop balikan dilengkapi salah satu dari transformator isolasi seperti yang tergambar atau sebuah optocoupler.

Dalam kebanyakan penerapan, keluaran multipel (positif dan negatif) dibutuhkan. Keluaran-keluaran ini harus terisolasi listrik antara satu dengan lainnya, tergantung dari penerapannya. Gambar 1.4 memperlihatkan diagram blok dari sebuah switching power supply dimana hanya satu keluaran Vo1 yang diregulasi dan dua yang lainnya tidak teregulasi. Jika Vo2 dan atau Vo3 membutuhkan untuk diregulasi, maka regulator linier dapat digunakan untuk meregulasi keluaran yang lainnya. Dua kelebihan utama dari switching power supply dibanding dengan power supply linier, yaitu:
- Elemen switching (transistor daya atau MOSFET) bekerja sebagai saklar. Dengan menghindari beroperasi pada daerah aktif, maka kehilangan daya akan berkurang secara signifikan. Hasilnya mempunyai efisiensi yang lebih tinggi dengan range 70%-90%. Selain dari itu, transistor yang bekerja dalam mode on/off mempunyai kapabilitas penanganan daya lebih besar dibanding dengan mode linier.
- Pada waktu transformator isolasi frekuensi tinggi digunakan, ukuran dan berat switching power supply dapat dikurangi dengan secara signifikan.
Pada sisi negatif, switching power supply lebih rumit, dan pengukuran yang tepat harus dilakukan untuk menghindari EMI karena pensaklaran frekuensi tinggi. Kelebihan-kelebihan dari switching power supply yang telah disebutkan diatas (dibanding dengan power supply linier) diluar pertimbangan kekurangan/kelemahan rate daya tertentu.
Switching power supply dc, secara umum, menggunakan modifikasi 2 jenis konverter:
- Konverter dc–dc mode switch, dimana saklar-saklar beroperasi pada mode pensaklaran.
- Konverter resonant, yang menggunakan switching tegangan nol (zero-voltage) dan atau arus nol (zero-current).
